2

“FESTIVALL TELA” Run Down Event

Melanjutkan Post saya yang kemarin mengenai Festivall Tela Di Yogyakarta
DASAR KEGIATAN: From Telo to Hero.
Indonesia adalah negara yg dikayakan dan diberkahi oleh kekayaan alam yg sungguh luar biasa dan tanahnya yg subur. Bahwa indonesia adalah negara yg ‘ijo royo2 tata tentrem kerto raharjo’ bs jadi hanya jargon yg tidak nyata, faktanya banyak bahan baku pangan kita yang masih harus impor, contoh: gandum (100% import), beras, gula, kedelai, garam, dan lain sebagainya.
Sudah saatnya Indonesia terlepas dari penjajahan ekonomi, karena senyatanya penjajahan ekonomi dampaknya lebih kejam daripada penjajahan fisik.
Jogja sebagai penghasil singkong no 1 di Pulau Jawa dan masyarakatnya banyak menghasilkan olahan pangan dari tela (umbi2an). Dan juga, Jogja menjadi salah satu tujuan wisata nasional bahkan internasional dengan daya tarik  kekayaan budaya dan kulinernya.

NAMA KEGIATAN:
Atas dasar diatas, Cokro Tela Cake dan Simply homy bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Kebudayaan..
Menyelenggarakan:
‘FestivALL Tela Indonesia’ (FTI), dengan tema: Jogja Kota Wisata’, pada tgl 16-17 Juli, bertempat di Alun-Alun Sewandanan Pakualaman (Jl Sultan Agung), Yogyakarta
FTI dikemasan dengan entertainment wisata yg unik sehingga menjadi agenda rutin tahunan yang akan berdampak positif terhadap kepedulian masyarakat akan produk pangan berbahan baku lokal.

KEGIATAN EVENT FTI:
Hari Pertama (16 Juli)
1. Lomba-Lomba
Memperingati hari anak nasional, dilakukan kegiatan lomba mewarnai (PAUD) dan menggambar dan fashion show anak(SD).
Selain itu ada lomba2 kreatif berupa:  ekspresikan tela cakemu, fashion show anak, Pemilihan Duta Cokro, Lomba film dokumenter dan Foto, Lomba makan sego tiwul terbanyak dan tercepat. Informasi lomba: Iwan (+6281928821064) atau Iffa (+6287838416667)
2. Perang Tela (Cassava War)
Tonggak perjuangan dan perlawanan terhadap produk bahan baku pangan impor yg membanjiri indonesia. Bahwa kita memiliki bahan baku pangan yang melimpah, dan menunjukkan bahwa kita memiliki produk bahan pangan yg dihasilkan dari kita, oleh kita dan untuk kita. Perang Tela dikemas dengan gaya teatrikal yg memiliki makna dan tujuan.

Hari Kedua (17 Juli)
1. Pemecahan Rekor Muri
a) Produk Olahan Tela Terbanyak (Cokro Tela Cake)
Masyarakat akan smakin mengenal produk Olahan Tela baik untuk pangan maupun Non Pangan, istilah pepatah: Tak Kenal maka tak sayang, memperkenalkan singkong sbagai produk bahan baku yg memiliki potensi besar di pelbagai bidang.
b) Franchise guesthouse pertama di Indonesia (Simply Homy)
Yogyakarta sebagai kota wisata perlu terobosan dalam menyediakan fasilitas akomodasi. Simply homy bergerak dibidang guest house yg memberikan fasilitas menginap dengan fasilitas terbaik dan harga terjangkau.
2) Lomba Kreasi Olahan Tela
Sebagai upaya untuk mendorong kreativitas elemen masyarakat untuk berkreasi terhadap olahan tela supaya tercipta produk yg enak dan digemari masyarakat.
3) Arakan dan Grebek Telo
Tela adalah warga Dunia..Simbol perubahan, bola raksasa yang berisi  bahan baku umbi2an diarak (dengan iringan teaterikal dan bergodo (pasukan)dari Museum Sudirman menuju Alun-Alun Sewandanan Pakualaman sebagai perwujudan perubahan bentuk dari bahan baku menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah, dan juga simbol perubahan manusia untuk menjadi lebih baik. Dan besar keinginan umbi2an bisa menjadi bahan pangan warga dunia; tela go global dan mendunia. Pada akhir acara 17 Juli, masyarakat akan melakukan grebek dan rayahan bola tela yg berisi doorprize event.
4) Pameran ‘Dagang Telo’
Mempertemukan antara penjual dan pembeli. Tela sebagai bagian dari geliat ekonomi rakyat. Dengan harga Rp 2,500 dan kelipatannya, masyarakat dapat menikmati produk2 variasi dari olahan Tela.
5) Deklarasi Daulat Pangan Indonesia
Mengundang Kepala-kepala Daerah, young leader, young entrepreneur, organisasi dan komunitas2 sebagai bentuk gerakan moral masyarakat dalam partisipasinya memanfaatkan produk pangan berbahan baku lokal yang diolah dari kita, untuk kita dan oleh kita.
6) Pemilihan Duta Cokro
Pemilihan Duta Cokro sebagai representatif untuk memperkenalkan produk-produk unggulan dari olahan pangan berbahan baku lokal supaya masyarakat lebih mencintai produk2 aseli Indonesia.

PARTISIPASI REKOR MURI
Dalam usaha untuk memecahkan rekor MURI, kami berharap Bapak/Ibu dan rekan2 dapat berpartisipasi dalam pemecahan Rekor Muri, Kategori:  Produk Olahan Tela Terbanyak’ pada tanggal 17 Juli.
Dalam hal ini kita bersama-sama mengumpulkan sebanyak2nya produk olahan tela baik Pangan maupun Non Pangan, dengan mekanisme:
1. Produk Olahan Tela (Umbi2an) dikumpulkan selambat2nya tgl 14 Juli.
2. Produk diberi penjelasan nama produk asal dan komposisi.
3. Dikirimkan ke: Firman, Jl Bugisan 36, Patangpuluhan, Yogyakarta, 55251, telp (0274)414347.

Salam Tela

More Info :
http://www.festivaltela.com/
Firmansyah Budi P
Ketua Panitia FestivALL Tela Indonesia
0811250911 atau 081578601030
Email: firmansyah_budi_p@yahoo.com

admin

You are not authorized to see this part
Please, insert a valid App IDotherwise your plugin won't work.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *